Jumat, 29 Juli 2016

"Aku kira aku berhasil bangkit
Saat hatiku berkata semuanya sudah tak lagi rumit
Aku kira aku berhasil bangkit
Saat tak ada lagi rasa sedih melihat hujan rintik-rintik
Aku kira aku berhasil bangkit
Saat sekian tahun hati ini terbiasa di semai dengan kenyataan pahit
Aku kira aku berhasil bangkit
Saat aku tahu tak ada celah rasa s

Pagiku rindu, kenyataannya selalu...
Ku sesap kopi hitam ini dengan penuh semangat sambil kubayangkan tadi malam kau menghubungiku lalu meminta untuk bertemu.
Sama, perasaan ini selalu saja sama seperti awal kita bercengkrama. Saat kita masih berada dibawah langit yang sama dan saat aku masih belum paham apa itu merindu lama.
Sialnya, lagi-lagi lamunan ini terlampau jauh sampai membangunkan kembali kenangan yang sudah lama mati. Membuat hati ini perlahan hidup lagi. Setelah sekian lama sudah bersusah payah menjauhkan perasaan ini..

Apa itu bangkit? Kalau kenyataannya hati ini masih menanti walau sudah ditinggal pergi.
akit untuk hatiku yang mulai menyempit"
Apa itu bangkit? Saat melihat fotonya saja kepalaku bisa tumbuh buah stroberi
Apa itu bangkit? Memikirkannya satu menit membuat aku jatuh cinta lebih gila lagi

Maka kenyataannya.. Bagiku, kata bangkit hanyalah sebuah asumsi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar